kabarfaktual.com, Gorontalo – Mahasiswa dan dosen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) bersama Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menampilkan beragam inovasi teknologi dan produk kewirausahaan pada ajang Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII yang berlangsung di Gorontalo, 18–25 Juni 2026.

Melalui stan pameran, mahasiswa memperkenalkan berbagai hasil karya yang dikembangkan selama proses pembelajaran, mulai dari inovasi teknologi pertanian hingga produk agribisnis bernilai tambah. Selain itu, hasil riset dan inovasi para dosen Polbangtan dan PEPI turut dipamerkan dan mendapat perhatian dari pengunjung.

Keikutsertaan Polbangtan dan PEPI dalam Penas XVII menjadi wujud komitmen Kementerian Pertanian dalam mencetak generasi muda yang inovatif, kompeten, dan berjiwa wirausaha di sektor pertanian. Langkah tersebut sejalan dengan upaya mempercepat regenerasi petani sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha muda yang mampu mengembangkan pertanian modern.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam memajukan sektor pertanian nasional.

“Saya yakin anak muda adalah kunci kemajuan Indonesia. Sektor pertanian memiliki potensi besar jika dikelola dengan pendekatan yang tepat,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan pertanian yang mampu bersaing dan memberikan nilai tambah bagi produk pertanian Indonesia.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa BPPSDMP terus memperkuat kapasitas perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Pertanian agar mampu melahirkan lulusan yang inovatif, adaptif, dan siap menjadi wirausahawan muda di sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, mengatakan penguatan pendidikan vokasi terus dilakukan melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“Kami mendorong lulusan Polbangtan dan PEPI tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui usaha di bidang pertanian modern,” ujarnya.

Melalui partisipasi dalam Penas XVII 2026, Polbangtan dan PEPI menunjukkan bahwa pertanian merupakan sektor yang sarat inovasi, membuka peluang usaha yang menjanjikan, serta menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.