Menanggapi pernyataan Anies Baswedan itu, Prabowo Subianto pun mengatakan data yang digunakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu keliru. Dia pun menyatakan bersedia untuk membuka data yang dia anggap benar dalam forum di luar debat calon presiden.
“Saya bersedia kita duduk, kita buka-bukan. Mau bicara food estate, mau bicara apa, PT Teknologi Militer Indonesia, kita buka,” kata Prabowo.
Prabowo pun menilai Anies tidak pantas berbicara soal etika karena terus mendesak dirinya saat bertanya. “Saya menilai, maaf ya, karena Anda desak saya, saya terus terang saja, saya menilai anda tidak pantas bicara soal etik, itu saja,” ucapnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu lalu menyatakan pernyataan Anies menyesatkan. “Saya merasa bahwa anda itu posturing, menyesatkan, itu saja. Saya boleh berpendapat kan? Saya menilai Anda tidak berhak bicara soal etik karena anda memberi contoh yang tidak baik soal etik,” kata Prabowo.
PT Teknologi Militer Indonesia merupakan konsultan dalam pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan. Nama perusahaan itu sempat menjadi pembicaraan pada 2021. Pasalnya, tiga dari empat komisaris di perusahaan itu merupakan kader Partai Gerindra. Mereka adalah Glenny Kairupan, Yudi Magio Yusuf, dan Angga Raka Prabowo.
1 Komentar