Debat Capres 2024: Anies Serang Terus Prabowo dengan Kritik Menohok

JAKARTA – Ibarat tinju, penampilan capres no 1, Anies Baswedan di Debat Capres 2024 semalam tampak seperti Mike Tyson. Diawal debat, Anies langsung sruduk Prabowo dengan kritik-kritik tajam yang menohok. Dari mulai kepemilikan tanah Prabowo yang ribuan hektar, hingga alutsista bekas yang dibeli Kementerian Pertahanan.

Pada debat capres itu Anies juga menyerang soal adanya keterlibatan orang dalam di Kementerian Pertahanan terkait pengadaan alutsista. Peran broker ini menyebabkan biaya tinggi dalam pengadaan alutsista.

Anies Baswedan juga menyinggung kompetitornya, Prabowo Subianto, soal etika dan orang dalam dalam berbagai proyek di Kementerian Pertahanan. Menurut Anies, Prabowo sebagai Menteri Pertahanan banyak memasukkan orang dalam untuk mengerjakan proyek-proyek pemerintah.

Hal itu diungkapkan Anies dalam debat capres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Ahad, 7 Januari 2024. Anies berkata seorang pemimpin negara harus memiliki standar etika yang tinggi karena harus mengambil keputusan-keputusan sulit.

“Tapi dalam kenyataannya pak, ketika Bapak di Kementerian Pertahanan, banyak orang dalam,” ucap Anies kepada Prabowo.

Anies memberi contoh keterlibatan PT Teknologi Militer Indonesia dalam proyek pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Kementerian Pertahanan. Selain itu, Anies juga mengklaim Prabowo menggunakan orang dalam saat mengerjakan proyek lumbung pangan atau food estate di Kementerian Pertahanan.

Setelah itu Anies juga mempermasalahkan pencalonan wakil presiden Prabowo, yaitu Gibran Rakabuming Raka, yang diwarnai pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia mengkritik Prabowo yang tetap melanjutkan pencalonan Gibran meski terdapat pelanggaran etik itu.

Baca Juga:   Survei Membuktikan, Ganjar - Prabowo Bisa Menang Jika Diduetkan

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga sempat menyinggung video pidato Prabowo yang viral di media sosial pasca debat capres pertama 12 Desember lalu. Dalam video itu, Prabowo menyebut,”Etik ndasmu.”

“Artinya ada kompromi etika. Kemudian Bapak mengolok-olok tentang etika, saya tidak tega mengulanginya,” ujar Anies.

Menanggapi pernyataan Anies Baswedan itu, Prabowo Subianto pun mengatakan data yang digunakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu keliru. Dia pun menyatakan bersedia untuk membuka data yang dia anggap benar dalam forum di luar debat calon presiden.

“Saya bersedia kita duduk, kita buka-bukan. Mau bicara food estate, mau bicara apa, PT Teknologi Militer Indonesia, kita buka,” kata Prabowo.

Prabowo pun menilai Anies tidak pantas berbicara soal etika karena terus mendesak dirinya saat bertanya. “Saya menilai, maaf ya, karena Anda desak saya, saya terus terang saja, saya menilai anda tidak pantas bicara soal etik, itu saja,” ucapnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu lalu menyatakan pernyataan Anies menyesatkan. “Saya merasa bahwa anda itu posturing, menyesatkan, itu saja. Saya boleh berpendapat kan? Saya menilai Anda tidak berhak bicara soal etik karena anda memberi contoh yang tidak baik soal etik,” kata Prabowo.

Baca Juga:   Berharap Prabowo Tak Pilih Gibran, Dosen UI Singgung Putusan MK Inkonsisten

PT Teknologi Militer Indonesia merupakan konsultan dalam pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan. Nama perusahaan itu sempat menjadi pembicaraan pada 2021. Pasalnya, tiga dari empat komisaris di perusahaan itu merupakan kader Partai Gerindra. Mereka adalah Glenny Kairupan, Yudi Magio Yusuf, dan Angga Raka Prabowo.

PT TMI berada di bawah Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP). Yayasan ini juga membawahi PT Agro Industri Nasional atau PT Agrinas yang menggarap proyek food estate di Kementerian Pertahanan. Perusahaan yang juga diisi banyak kader Partai Gerindra dan orang dekat Prabowo Subianto.

Selain Anies Baswedan dan Prabowo Subianto, debat capres ini juga diikuti oleh Ganjar Pranowo. Ini merupakan debat ketiga dari lima rangkaian yang disiapkan KPU untuk menghadapi Pilpres 2024.***