running text
2 KKB Papua Tewas Kontak Tembak dengan TNI - Starlink Merambah Indonesia, Operator Seluler Lain Terancam - Pimpinan redaksi dan manajemen Kabarfaktual.com mengucapkan: Selamat Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/ 2024. Baca berita di Kabarfaktual.com, informasi akurat dan terpercaya. Temukan berita-berita melalui akun sosial media Kabarfaktual.com.

Ini Rencana Besar Jokowi Terkait Hilirisasi Nikel

Kunci Sukses
Presiden Jokowi (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

MEMPAWAH – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong hilirisasi tambang, salah satunya bauksit. Hal tersebut diwujudkan melalui pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah di Kalimantan Barat.

SGAR ini akan memiliki peran dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. SGAR sendiri mengolah bauksit menjadi alumina. Alumina ini nantinya diolah lagi menjadi aluminium.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerangkan, hilirisasi merupakan sebuah pekerjaan besar yang semuanya harus terintegrasi. Dia mengatakan, nikel tidak hanya diolah menjadi stainless steel saja, tapi juga baterai kendaraan listrik.

Menurut Jokowi, jika semuanya dikerjakan di dalam negeri dari hulu hingga hilir, maka Indonesia akan memiliki daya saing. Dengan demikian, Indonesia siap bersaing dengan negara manapun.

“Kalau EV battery-nya selesai, (smelter) tembaga nanti yang di Gresik bulan Mei selesai, kalau itu semua terintegrasi, semua komponen yang ada di EV di electric vehicle semuanya dibuat dari dalam negeri, dari hulu sampai hilir semuanya dikerjakan dengan bahan-bahan yang kita miliki. Sehingga akan efisien, kita memiliki daya saing yang tinggi, masuk ke pasar bersaing dengan negara manapun siap,” kata Jokowi di Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (20/3/2024).

Baca Juga:   Ekonomi RI Rapuh, Jokowi Ingatkan Badai Ekonomi Global

Kembali, Jokowi mengatakan, hilirisasi ini merupakan pekerjaan besar. Jokowi mengatakan, body kendaraan listrik akan menggunakan aluminium. Kemudian, baterai kendaraan listrik menggunakan nikel. Tembaga akan digunakan untuk membuat kabel-kabel.

“Ini adalah pekerjaan besar, ekosistem besar yang kita bangun ini, bodynya mungkin dari aluminium, kemudian EV battery-nya dari nikel masuk, yang untuk tembaga untuk komponen-komponen lain kabel dan lain jadi satu terintegrasi. Itu yang kita harapkan sehingga semuanya efisien barangnya kompetitif bisa bersaing dengan barang-barang negara lain,” paparnya.(SW)