Jokowi Berusaha Main Tiga Kaki, Endors Cawapres Anies Lewat Luhut

JAKARTA – Presiden Jokowi seperti ingin main tiga kaki, setelah dukung Ganjar dan sodorkan cawapres ke Prabowo, kini dia pun meng-endors Cawapres Anies lewat Luhut yang bertemu Surya Paloh.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, mengamati, saat ini dukungan Jokowi belum sepenuhnya ditujukan kepada Ganjar. “Jokowi juga mendukung Prabowo, sekaligus memahami rekam jejak Prabowo,” kata Efriza, Sabtu (6/5).

Dosen ilmu pemerintahan Universitas Sutomo itu juga menduga, Jokowi ragu dengan kemampuan Ganjar memimpin Indonesia. Sebab, dalam beberapa isu kebijakan, Gubernur Jawa Tengah itu tidak konsisten.

Contoh konkret, terkait gagalnya pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023. Kebijakan pemerintah pusat itu ditolak dengan alasan tidak mau menerima tim Israel masuk Indonesia.

Karena itu, Efriza yakin Jokowi lebih menyukai Prabowo, terlebih sudah berjanji yang akan melanjutkan kebijakan pemerintahan Jokowi yang sudah berjalan dua periode.

“Intinya Jokowi mendukung keduanya (Prabowo maupun Ganjar),” demikian Efriza menambahkan.

Di sisi lain Partai NasDem menyebut Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengendorse cawapres pendamping untuk Anies Baswedan saat bertemu Ketum Partai NasDem Surya Paloh. Merespons itu, Anies mengaku belum mengetahuinya. Kabarnya malah Luhut ditugaskan oleh Jokowi.

Baca Juga:   Budiman Sudjatmiko Tak Lapor ke PDIP Saat bertemu Prabowo

“Belum tahu malah (usulan nama cawapres dari Luhut),” ujar Anies di DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2023).

Ketika ditanya jika ada usulan nama cawapres di luar Koalisi Perubahan dan non partai, Anies mengatakan tim kecil atau tim 8 yang berisi petinggi NasDem, Partai Demokrat, dan PKS yang membahasnya.

“Pokonya tim 8 yang bahas, mereka sedang bahas nama-nama itu,” katanya.

Luhut sebelumnya menggelar pertemuan tertutup dengan Surya Paloh. Partai NasDem menyebut Luhut mengendorse cawapres untuk bakal calon presiden Anies Baswedan.

“Tentang nama betul, ada diskusi sebagainya, tapi sekali lagi tidak etis (disebutkan). Betul Pak Luhut juga mengendorse, katakanlah kalau bahasa kalian kan mengendorse ini itu dan sebagainya dan itu menjadi diskusi yang luar biasa,” kata Ketua DPP NasDem Sugeng Suparwoto di Jalan Brawijaya, Jaksel, Jumat (5/5). Sugeng menjawab pertanyaan soal pertemuan Paloh dan Luhut yang membahas cawapres Anies.

Sugeng lantas mengingatkan pemerintah untuk tidak endorse-mengendorse nama. Dia menilai pilpres tidak terlihat berimbang jika pemerintah atau presiden terkesan berpihak ke satu tokoh.

Baca Juga:   Jokowi Sebut Investor IKN Membludak, Tapi Kok Memberatkan APBN 2023?

“Tadi saling mengingatkan mohon maaf kalau kayak gini, ada sebuah situasi yang menjadi tidak berimbang dalam image bahwa misalnya pemerintah atau presiden yang berpihak kepada calon tertentu itu seyogyanya dihapuskan,” kata Sugeng.

Sugeng mengatakan sejatinya, partainya sudah memegang 5 nama yang mengerucut untuk dipasangkan dengan Anies Baswedan. Nantinya, kata Sugeng, lima nama itu akan diserahkan ke Anies.

“Tadi sempat menyebut Pak Luhut, ah itu kami sudah mengerucut menjadi 5 nama memang, ditanya siapa saja, itu tim yang menggodok dan kita sepakat akan diserahkan ke calon presiden,” kata Sugeng.(SW)