MUI Minta Pemerintah Tegas Bubarkan Ponpes Al Zaytun

JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis mendesak pemerintah dan aparat berwenang untuk tegas menindak Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Hal itu lantaran ajaran yang disampaikan Syekh Panji Gumilang kepada para siswa dan santri tergolong sesat.

Apalagi, Ponpes Al Zaytun baru saja didemo massa yang resah dengan ajaran di dalamnya. Menurut Cholil, kehadiran Ponpes Al-Zaytun terbukti meresahkan dan membuat gaduh.

“Meminta segera pemerintah hadir dan menyelesaikan masalah Panji Gumilang dan Az-Zaitun karena ajarannya sudah diputuskan menyimpang dan sesat oleh MUI dan ormas Islam. Kondisinya meresahkan sehingga di demo massa dan berarti bikin gaduh,” katanya melalui akun Twitter, @cholilnafis, Sabtu (17/6/2023).

Menurut dia, aparat berwenang mesti menindak Ponpes Al-Zaytun dan Panji Gumilang. Langkah itu dilakukan demi melindungi masyarakat agar tidak terpengaruh ajaran yang bertentangan dengan Islam. “Segera diproses hukum demi melindungi agama dan umat,” kata Cholil.

Sebelumnya, massa pendukung Ponpes Al-Zaytun menyanyikan lagu Havenu Shalom Aleichem ketika mereka menunggu kedatangan para pengunjuk rasa dari Forum Indramayu Menggugat pada Kamis (15/6/2023).

Baca Juga:   Kecelakaan Beruntun Libatkan 13 Mobil di Tol Pejagan - Pemalang, Satu Tewas

Sejak pukul 08.15 WIB, massa Al-Zaytun yang berada di dalam area pembatas Ma’had Al-Zaytun telah melantunkan Asmaul Husna.

Hal itu terus mereka lakukan hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Massa Alzaytun kemudian terdengar menyanyikan sejumlah lagu, termasuk nyanyian bagi umat Yahudi tersebut. Para pendukung Ponpes Al-Zaytun ikut mendendangkan lagu Havenu Shalom Aleichem bersama-sama dengan ceria sambil bertepuk tangan, yang dipimpin seorang perempuan menggunakan pengeras suara.***