kabarfaktual.com – Pemerintah Kota Bandung secara resmi menyiapkan uji coba teknologi pengolahan sampah yang mampu menangani hingga 300 ton sampah per hari. Inisiatif ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan timbulan sampah harian yang terus meningkat di wilayah perkotaan.

Langkah ini menjadi krusial karena keterbatasan kapasitas pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memaksa pemerintah daerah mencari pendekatan yang lebih berkelanjutan. Dengan mengadopsi teknologi baru, Pemkot Bandung berupaya memperkuat kapasitas pengolahan di dalam kota agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pola pengelolaan konvensional.

Kolaborasi Riset dan Pengembangan

Teknologi yang tengah dikaji ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dengan Danantara serta Kementerian Riset dan Teknologi. Uji coba tersebut direncanakan akan dilaksanakan di atas lahan seluas 5.000 meter persegi sebagai tahap awal pembuktian efektivitas sistem.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa pihaknya telah menandatangani komitmen pengembangan fasilitas pengolahan sampah di Legok Nangka. Selain itu, terdapat komitmen pengembangan bersama Danantara di Sarimukti yang dikoordinasikan langsung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Target Kapasitas dan Keberlanjutan

Pengembangan fasilitas ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah secara signifikan. Melalui penerapan teknologi yang lebih efektif, pemerintah menargetkan pengurangan volume sampah sejak dari sumbernya.

Upaya ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan lembaga riset serta perguruan tinggi. Dengan adanya alternatif teknologi baru, Kota Bandung diharapkan dapat memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan efisien di masa depan.