kabarfaktual.com – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menggelar kuliah umum dengan tema “ Peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam mengembangkan startup pertanian dan peternakan yang kreatif, inovatif dan kompetitif ’’.kegiatan ini bertujuan Untuk mendorong regenerasi petani dan mencetak wirausahawan muda yang adaptif terhadap teknologi.generasi muda dibekali cara mengubah tantangan sektor pangan menjadi peluang bisnis modern(startup) melalui inovasi digital,guna menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Kuliah umum tersebut dilaksanakan di Kampus II Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa di Kabupaten Bone pada hari Sabtu (16/05/2026).

Dalam kegiatan ini turut hadir Direktur Polbangtan Gowa yang di wakili oleh sekertaris jurusan peternakan Miksen Merko Sangkek, S.Pt, M.Pt dan 2 narasumber yaitu Fikramullah Hs, S.Pt (owner ternak mulia) dan Ardiansyah, S,kom (onwer CV. An. Nur FARM) dan mahasiswa sebanyak 250 orang.

kegiatan kuliah umum Polbangtan Kementan. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Dalam kesempatan tersebut sekertaris jurusan peternakan Miksen Merko Sangkek, S.Pt, M.Pt membuka secara resmi kegiatan ini dan mengenalkan kepada para narasumber mengenai prestasi yang telah diraih, beliu juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada narasumber yang telah berkenan hadir untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan wawasan kepada mahasiswa serta seluruh peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan membuka pandangan baru mengenai perkembangan dunia peternakan, baik dalam bidang teknologi, manajemen, maupun inovasi di sektor peternakan modern.Kami juga berharap melalui kuliah umum ini, mahasiswa dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja serta perkembangan industri peternakan di masa depan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan untuk mendukung program prioritas tersebut, diperlukan generasi petani yang harus disiapkan mulai dari sekarang demi mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih modern, efisien, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujar Amran.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peran pendidikan pertanian pada generasi muda dalam membentuk SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap dinamika sektor pertanian.

“Regenerasi petani nasional adalah prioritas utama kami. Melalui pendidikan pertanian, kami ingin menjaring generasi muda yang benar-benar memiliki minat dan semangat di bidang pertanian. Mereka akan dibekali pendidikan yang tidak hanya akademik, tetapi juga praktik dan inovasi langsung di sektor pertanian,” ungkap Arsanti.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Muhammad Amin menyampaikan Generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam pembangunan sektor pertanian dan peternakan modern. Melalui kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital, anak muda mampu menghadirkan startup-startup yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Fikramullah Hs, S.Pt selaku narasumber dan Alumni polbangtan gowa tahun 2021 jurusan peternakan menambahkan Generasi muda dalam hal ini mahasiswa polbangtan gowa, memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun masa depan sektor peternakan dan pertanian yang lebih maju, modern, dan berdaya saing.

Kuliah umum ini menjadi wadah inspirasi dan motivasi untuk mendorong lahirnya entrepreneur muda yang tidak hanya mampu menciptakan usaha berkelanjutan, tetapi juga menjadi penggerak transformasi sektor peternakan dan pertanian menuju industri yang modern, mandiri, dan berorientasi global.