“Juga akan kita tanyakan, mengapa sebuah pertandingan antara dua lawan besar mengapa harus dilakukan di kandang sendiri. Karena apapun, ada Persebaya atau tidak ada Persebaya yang namanya kalah dan menang itu pasti terjadi, yang namanya suporter itu meluapkan emosinya, tapi kan tidak harus melakukan kerusuhan, mungkin datang hanya untuk berpelukan dengan pemain dengan pelatih, nangis-nangisan, tapi karena pihak keamanan yang dibriefing tadi kumpul hanya di satu tempat ya masuk lah,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyebut polisi sudah mengantisipasi kerawanan laga dengan mengajukan percepatan gelaran laga akan tetapi ditolak. Ini bukti usulan polisi ditolak.

“Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang,” kata Mahfud dalam akun Instagram-nya seperti dilihat Minggu (2/10/2022).