Tragedi Kanjuruhan, Ada Dugaan Laga Ngotot Malam Demi Iklan Rokok

JAKARTA – Tragedi Kanjuruhan, ada dugaan laga ngotot malam hari demi iklan rokok. Padahal sebelumnya Polres Malang meminta pertandingan Arema vs Persebaya dimajukan menjadi sore hari, tapi PT LIB tidak menghiraukan permintaan tersebut dan tetap menggelar di malam hari.

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menduga itu disebabkan pertimbangan iklan rokok.

“Kami juga mendengar ada yang mengatakan mungkin itu salah satunya mengakomodir iklan rokok yang baru mulai di jam 21.30 WIB, misal begitu,” ujar anggota TGIF Rhenald Kasali di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2022).

Rhenald juga menyebut ada sejumlah pihak tertentu yang menyebabkan pertandingan tersebut tetap berjalan pada malam hari. Hal tersebut menjadi pembahasan saat rapat koordinasi dengan Kompolnas.

“Misal kenapa jadinya malam itu juga kemungkinan besar di situ ada pihak tertentu yang punya kekuatan untuk mengatur itu tetap malam hari,” jelas Rhenald.

“Saya belum bisa, kita belum bisa sebutkan walaupun saudara-saudara sudah bisa menciumnya,” sambungnya.

Jenderal Sigit sebelumnya mengumumkan tersangka Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita ditetapkan menjadi tersangka.

Baca Juga:   KPU Resmi Tutup Pendaftaran Capres - Cawapres

“Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup maka ditetapkan saat ini 6 tersangka,” kata Kapolri dalam jumpa pers, Kamis (6/10).

Lima tersangka lainnya ialah Kabag Ops Polres Malang Wahyu SS, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan berinisial AH, Security Officer berinisial SS, Danki 3 Brimob Polda Jatim berinisial H, dan Kasat Samapta Polres Malang berinisial TSA.

TGIPF Tragedi Kanjuruhan juga akan memanggil PSSI. Pihak PSSI akan dimintai klarifikasi terkait kejadian maut tersebut.
“PSSI akan kita panggil besok dan sejumlah pihak yang terkait dengan ini semua ya. Kita akan klarifikasi,” kata Rhenald Kasali.

TGIPF juga akan memanggil PT Liga Indonesia (LIB) pada Selasa (11/10) besok. Pihak lain juga akan diperiksa, khususnya yang mengatur pertandingan Arema FC vs Persebaya digelar pada malam hari.

“Ya kita akan panggil semua. PT LIB akan datang, akan kita minta klarifikasi. Masih didalami. Akan dipanggil beberapa pihak beberapa hari ini,” ucapnya.

Dia juga mempertanyakan alasan kepolisian seolah takut meminta pergantian jadwal pertandingan Arema FC vs Persebaya.

Baca Juga:   Anies - NasDem Siapkan Strategi Rencana ke Depan

“Kalau memang itu ditolak, mengapa polisi dan Polres kalah dan harus tetap dijalankan pada malam hari?” ucap Rhenald.

Diketahui, Polres Malang meminta pertandingan Arema vs Persebaya dimajukan menjadi sore hari, tapi PT LIB tidak mematuhi permintaan tersebut dan tetap dengan jadwal sebelumnya. Usai pertandingan, kericuhan terjadi.

Ada 131 orang yang tewas dalam Tragedi Kanjuruhan. Polisi juga telah menetapkan enam orang sebagai tersangka terkait kasus ini.(SW)