kabarfaktual.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali menyelenggarakan kegiatan Millennials Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 45 pada Sabtu, 7 November 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan Aplikasi YouTube ini mengangkat tema “Transformasi Peternakan Unggas: Inovasi Teknologi, Kewirausahaan, dan Pemberdayaan Peternak Lokal Menuju Peningkatan Produktivitas, Pendapatan, dan Kemandirian Usaha.”
Kegiatan ini menjadi wadah edukasi, diskusi, dan pertukaran gagasan bagi generasi muda pertanian, mahasiswa, penyuluh, serta pelaku usaha peternakan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan pembangunan sektor peternakan, khususnya subsektor peternakan unggas.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia yang dalam berbagai kesempatan terus mendorong generasi milenial untuk mengambil peran strategis di sektor pertanian dan peternakan. Mentan meyakini bahwa keterlibatan generasi muda yang melek teknologi adalah kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya para peternak untuk segera beralih dari cara-cara konvensional ke metode yang lebih modern.

“Suka tidak suka, saat ini kita sudah harus menggunakan inovasi teknologi baru dan melakukan transformasi dengan cara-cara modern, misalnya penggunaan closed house untuk peternakan ayam, pemanfaatan IoT (Internet of Things), hingga AI (Artificial Intelligence) untuk sistem traceability. Pemanfaatan teknologi ini akan berdampak pada kemandirian pakan karena dapat menekan biaya produksi dan pakan secara signifikan,” Tegas Idha.
Berbeda dengan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, yakni Muhammad Amin yang menegaskan kembali pentingnya peran pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional, mandiri, inovatif, dan berjiwa wirausaha.
Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Rianti Parawansa, selaku tuan rumah pada kegiatan MAF kali ini menekankan pentingnya adopsi teknologi bagi peternak muda.
“Transformasi peternakan unggas saat ini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Melalui kegiatan MAF ini, kami mendorong para peternak milenial untuk adaptif terhadap inovasi teknologi serta memperkuat jiwa kewirausahaan, sehingga peternak lokal kita tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan mencapai kemandirian usaha yang berkelanjutan,” ujar Ismaya.
Webinar dan diskusi ini di pandu oleh Fatmawati selaku moderator, MC oleh Maisyah Aliyaha Saifana dan Hariandi Restu yang merupakan mahasiswa Polbangtan Gowa, dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu: Ahmad Masykuri Kepala Bidang Produksi Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rusdiansyah Regional Head Maysura Berkah Sejahtera, serta Ardiansyah Direktur CV AN_NUR Farm.
Sesi diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan solusi praktis sehingga peserta memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai potensi pengembangan peternakan unggas sebagai salah satu peluang usaha yang menjanjikan.
Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir inovatif dan jiwa kewirausahaan sehingga dapat mengambil peran nyata dalam pengembangan sektor peternakan.




