Beranda / Sepak Bola / IWL 2026 Bergulir Setelah Tujuh Tahun Vakum, Jadi Harapan Baru Sepak Bola Putri Indonesia

IWL 2026 Bergulir Setelah Tujuh Tahun Vakum, Jadi Harapan Baru Sepak Bola Putri Indonesia

Sepak bola putri Indonesia kembali bergulir melalui IWL 2026 dan MilkLife Soccer Challenge, dengan tuntutan peningkatan frekuensi latihan bagi para atlet.
Diperbarui 20/10/2026 08:24 WIB

kabarfaktual.com – Indonesia Women’s League (IWL) 2026 menandai babak baru sepak bola putri Indonesia setelah kompetisi profesional di Tanah Air mengalami kekosongan sejak 2019. Kehadiran liga ini menjadi angin segar bagi para pemain yang telah lama menantikan panggung untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuktikan diri demi menembus Timnas Indonesia.

IWL 2026 resmi dibuka melalui pertandingan antara Garudayaksa Women dan Persita Women di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Dalam laga pembuka tersebut, Persita Women berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 berkat gol dramatis Diana Anisa pada penghujung pertandingan.

Meski pertandingan berakhir dengan kekalahan bagi Garudayaksa Women, antusiasme para pemain tetap terasa. Bagi mereka, bergulirnya kembali kompetisi bukan sekadar tentang hasil pertandingan, melainkan juga kesempatan yang telah lama dinantikan untuk kembali berkompetisi secara reguler.

Pemain Garudayaksa Women, Ellen Tria Ferlika, mengaku gembira dengan dimulainya IWL 2026. Ia menyebut para pemain telah menantikan kehadiran liga sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan kualitas di lapangan.

“Cukup antusias ya, semua pemain pastinya menunggu-nunggu hadirnya liga ini,” ujar Ellen.

Bagi Ellen dan para pemain lainnya, IWL 2026 memiliki arti lebih dari sekadar kompetisi antarklub. Liga ini menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan di hadapan publik sekaligus membuka peluang mendapatkan perhatian dari tim pelatih Timnas Indonesia.

Ellen mengatakan, persaingan di lapangan berlangsung ketat karena setiap pemain berusaha memberikan penampilan terbaiknya.

“Pertandingan berjalan cukup panas. Semua pemain ingin memberikan yang terbaik dan berjuang membuktikan kualitas diri agar bisa bersaing masuk ke tim nasional,” kata Ellen.

Kehadiran IWL diharapkan mampu memberikan ruang bagi para pemain untuk memperoleh pengalaman bertanding secara konsisten. Dengan kompetisi yang terstruktur, pemain memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan, meningkatkan jam terbang, dan menunjukkan perkembangan performa sepanjang musim.

Terakhir kali Indonesia menggelar kompetisi sepak bola putri profesional adalah pada 2019 melalui Liga 1 Putri yang diikuti 10 tim. Persib Putri keluar sebagai juara pada akhir kompetisi tersebut. Setelah jeda panjang, IWL 2026 kini diharapkan menjadi fondasi baru bagi keberlanjutan sepak bola putri nasional.

IWL 2026 diikuti enam tim dengan jadwal pertandingan mulai Oktober 2026 hingga Januari 2027, sebelum memasuki bulan Ramadan. Pada musim perdana ini, seluruh pertandingan dipusatkan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Kompetisi menggunakan format triple round-robin pada fase reguler. Dengan sistem tersebut, setiap tim akan bertemu tiga kali dengan masing-masing lawan. Setiap klub dijadwalkan menjalani total 15 pertandingan pada fase reguler.

Setelah fase reguler berakhir, empat tim teratas di klasemen akan melaju ke babak gugur. Mereka kemudian bersaing di semifinal hingga final untuk memperebutkan gelar juara IWL 2026.

Format ini diharapkan memberikan kesempatan bertanding yang cukup bagi seluruh peserta sekaligus menjaga persaingan hingga akhir fase reguler.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyambut positif bergulirnya IWL 2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai pembukaan kompetisi berjalan baik dan menjadi momentum penting untuk mendorong perkembangan sepak bola putri di Indonesia.

“Kita lihat pembukaan tadi berjalan bagus, kita berikan yang terbaik, tidak ada perbedaan dengan lelaki dan perempuan. Pembukaan yang saya rasa sangat-sangat optimistis. Mudah-mudahan pertandingannya berjalan baik,” kata Erick.

Erick menegaskan bahwa sepak bola putra dan putri perlu mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang. Menurutnya, kompetisi resmi seperti IWL menjadi salah satu sarana penting untuk menambah jam terbang pemain dan membangun kualitas tim nasional.

Ia juga menyoroti kemunculan talenta-talenta baru dari berbagai kelompok usia, mulai dari U-17 hingga senior, yang sebelumnya belum banyak terpantau.

“Menariknya, dua pertandingan awal telah memperlihatkan banyak talenta baru dari kelompok usia U-17 hingga senior yang sebelumnya tidak terpantau kini mulai bermunculan,” ujarnya.

PSSI berharap kompetisi ini dapat menjadi jalur pembinaan yang berkelanjutan sehingga semakin banyak pemain berkualitas muncul untuk memperkuat Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional, termasuk dalam upaya menuju Piala Dunia.

Selain memberikan manfaat bagi pemain dan tim nasional, bergulirnya IWL 2026 turut membuka kembali ruang bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan sepak bola putri secara langsung. Sejumlah suporter terlihat memadati tribune Stadion Madya pada laga pembuka untuk memberikan dukungan kepada klub yang mereka cintai.

Antusiasme penonton tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri. Dukungan publik diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kompetisi sekaligus memberikan motivasi tambahan bagi para pemain.

Erick pun mengajak masyarakat untuk hadir langsung ke stadion dan mendukung klub-klub peserta IWL.

“Masyarakat yang selama ini menantikan kompetisi sepak bola wanita kini diundang untuk hadir langsung ke stadion guna membuktikan dukungannya secara nyata kepada klub dan para pemain timnas yang tersebar di berbagai klub,” pungkas Erick.

Bergulirnya IWL 2026 menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali kompetisi sepak bola putri secara teratur di Indonesia. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlangsungan liga, meningkatkan kualitas pertandingan, dan memastikan kompetisi ini mampu menjadi fondasi pembinaan pemain dalam jangka panjang.

Bagi para pemain seperti Ellen Tria Ferlika, kembalinya liga juga membawa harapan baru: kesempatan untuk terus berkembang, membuktikan kemampuan, dan suatu hari mengenakan seragam Merah Putih di panggung internasional.

Baca Selanjutnya
IWL 2026 Bergulir Setelah Tujuh Tahun Vakum, Jadi Harapan Baru Sepak Bola Putri Indonesia IWL 2026 Bergulir Setelah Tujuh Tahun Vakum, Jadi Harapan Baru Sepak Bola Putri IndonesiaSepak Bola · 13 jam yang lalu

Berita Terkait