KPK Periksa Wakil Ketua DPR Papua

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Papua Yunus Wonda diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (20/1/2023) kemarin.

Ia dikonfirmasi soal dana otonomi khusus (otsus) Papua. Tak hanya itu, KPK juga mendalami pengetahuan Yunus Wonda soal alokasi anggaran untuk operasional tersangka Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe (LE).

Yunus Wonda diduga mengetahui ihwal pembahasan dana otsus Papua hingga alokasi anggaran untuk operasional Lukas Enembe.

“Yunus Wonda (Anggota DPRD Papua), saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan pembahasan penganggaran untuk APBD termasuk dana otonomi khusus di Provinsi Papua,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Sabtu (21/1/2023).

“Selain itu, didalami juga mengenai pos alokasi anggaran untuk operasional tersangka LE sebagai Gubernur,” sambungnya.

KPK akan mengembangkan kasus yang menjerat Lukas Enembe. Salah satunya menelusuri penggunaan dana otsus Papua bernilai triliunan rupiah. Dana otsus Papua diketahui sempat disorot Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Mahfud geram setelah mengetahui dana otsus senilai Rp1000,7 triliun yang digelontorkan pemerintah pusat untuk Papua ternyata tidak jadi apa-apa. Mahfud melihat masih banyak masyarakat Papua yang belum sejahtera.

Baca Juga:   Nirina Zubir Kecewa Notaris Mafia Tanah Hanya Divonis 2 Tahun

“Tidak jadi apa-apa, rakyatnya tetap miskin, marah kita ini. Negara turunkan uang sampai Rp 1000,7 triliun melalui dana otsus. Rakyatnya miskin sejak ada Undang-undang Otsus..Sejak zaman Lukas Enembe itu Rp500 triliun lebih, rakyatnya tetap miskin,” kata Mahfud di Kampus Unisma, Malang, 23 September 2022.

Nama Yunus Wonda selain dikenal sebagai Wakil Ketua DPR Papua dan penasehat Fraksi Demokrat Papua, juga keterlibatannya dalam penyelenggaraan PON XX Papua 2021 sebagai Ketua Harian PB PON Papua yang turut melambungkan namanya.

Seluruh kegiatan dari awal perencanaan hingga pelaksanaan dan pasca penyelenggaraan menjadi kendalinya berdasarkan pada agenda jadwal program PB PON.

Namun siapa sangka, dibalik gemerlap kesuksesan penyelenggaraan event nasional tersebut terdapat sejumlah fakta yang melibatkan dirinya serta mengarah kepada hal negatif yang tidak terduga sebelumnya.(SW)