kabarfaktual.com – Penjualan mobil listrik di Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total distribusi mobil listrik mencapai 101.171 unit, meningkat 99,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 50.749 unit.
Angka penjualan selama delapan bulan pertama tahun 2026 ini hampir menyamai total capaian sepanjang tahun 2025 yang mencapai 103.931 unit. Dominasi pasar masih dipegang oleh kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) dengan porsi 60,2 persen, diikuti oleh kendaraan hybrid sebesar 34,5 persen, dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle sebesar 5,3 persen dari total 168.192 unit kendaraan elektrifikasi yang terdistribusi.
Peningkatan volume penjualan ini menuntut produsen otomotif untuk melakukan penyesuaian operasional, terutama terkait pemenuhan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Toyota Indonesia, misalnya, mulai menyiapkan langkah strategis untuk menyesuaikan proses produksi dengan regulasi terbaru bagi kendaraan listrik berbasis baterai.
Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya memenuhi ketentuan kandungan lokal yang ditetapkan pemerintah. Saat ini, model bZ4X yang diproduksi secara completely knocked down di Indonesia telah memenuhi ketentuan TKDN yang berlaku.
Bansar menambahkan bahwa perhitungan TKDN untuk kendaraan listrik murni memiliki ketentuan yang berbeda dibandingkan dengan kendaraan hybrid maupun Low Carbon Emission Vehicle. Oleh karena itu, perusahaan melakukan penyesuaian proses produksi secara spesifik untuk masing-masing kategori kendaraan guna mematuhi regulasi yang berlaku di pasar nasional.




