Menurutnya, Puan dalam pidatonya juga menekankan agar Pemerintah meningkatkan efektivitas belanja negara. Bahkan, kata dia, Puan menyinggung soal alokasi anggaran untuk mengatasi masalah stunting salah satu daerah yang sebelumnya menjadi sorotan Presiden Jokowi karena penyerapannya lebih banyak untuk rapat dan uang perjalanan dinas pegawai. Dari total anggaran Rp 10 miliar, hanya Rp2 miliar yang betul-betul diperuntukkan untuk rakyat yang seharusnya menerima manfaat dari program tersebut. Ari menilai penggunaan anggaran pemerintah memang masih memerlukan banyak perbaikan.
“Serapan anggaran pembangunan yang dijalankan hampir semua kementerian memang masih belum berjalan optimal. Seharusnya tidak boleh lagi ada biaya rapat dan perjalan dinas melebihi dari penganggaran untuk kegiatan yang konkret menyentuh rakyat,” ujar pengajar Pascasarjana Universitas Islam Bandung dan Universitas Dr Soetomo Surabaya itu.(SW)
Tinggalkan Balasan