Presiden Sebut APBN Surplus, Masih Sanggup Subsidi BBM

JAKARTA- Seperti hendak menjawab keluhan Ketua MPR Bambang Soesatyo soal tingginya subsidi BBM yang mencapai Rp502 T, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut APBN Indonesia surplus karena itu pemerintah masih sanggup menanggung beban subsidi.

Meski mengatakan surplus, Jokowi juga mewanti-wanti agar tetap waspada akan krisis ekonomi Global. Jokowi menyebut, 107 negara saat ini terdampak krisis dan sebagian diantaranya diperkirakan jatuh bangkrut. Setidaknya, diperkirakan 553 juta jiwa terancam mengalami kemiskinan ekstrim dan 345 juta jiwa terancam kekurangan pangan dan kelaparan.

“Ujian ini tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. Semua ini harus kita hadapi dengan kehati-hatian dan dengan kewaspadaan,” tegasnya

Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI dan sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Selasa (16/8/2022) juga mengatakan bahwa sampai pertengahan tahun 2022 ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) surplus mencapai Rp 106 triliun.

“Oleh karena itu, Pemerintah mampu memberikan subsidi BBM, LPG, dan Listrik, sebesar Rp 502 triliun di tahun 2022 ini, agar harga BBM di masyarakat tidak melambung tinggi,” kata Jokowi.

Baca Juga:   Melalui Sekolah Lapangan Pertanian Organik, Kementan Dorong Penyuluh Sukseskan Program Pertanian

Selain APBN surplus, menurut Jokowi, inflasi juga berhasil dikendalikan di kisaran 4,9%. Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7%. Jauh di bawah inflasi negara- negara maju yang berada di sekitar 9%.

Selain itu, ekonomi berhasil tumbuh positif pada kuartal II tahun 2022 di angka 5,43%. Neraca perdagangan juga surplus selama 27 bulan berturut-turut, dan di semester I tahun 2022 ini surplusnya sekitar Rp 364 triliun.

Jokowi bilang, capaian tersebut patut disyukuri sebab, fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah perekonomian dunia yang sedang bergolak.

“Di satu sisi, kita memang harus tetap waspada dan harus tetap hati- hati. Namun di sisi lain, agenda-agenda besar bangsa harus kita lanjutkan untuk meraih Indonesia Maju,” ungkap Jokowi.

Jokowi menyebut tantangan yang saat ini dihadapi sangat berat. Semua negara di seluruh dunia saat ini tengah menghadapi ujian yang tidak mudah.

“Semua negara di seluruh dunia, sedang menghadapi ujian,” kata Jokowi di gedung parlemen, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga:   Kementan Konsisiten Jaga Kestabilan Alam Melalui Program Penerapan Pertanian Ramah Lingkungan

Jokowi menyebut krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Perekonomian belum bangkit, namun dunia kini dihadapkan pada ketidakpastian akibat perang Rusia-Ukraina.

“Sehingga krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan tidak terhindarkan lagi,” kata Jokowi.(SW)