kabarfaktual.com – Angka mencengangkan datang dari Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 1.100 penerima bantuan sosial (bansos) terdeteksi terlibat dalam transaksi judi online (judol) dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Temuan ini bukan sekadar rumor data tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga: Komdigi, PPATK, hingga Bareskrim Polri, lalu disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Kepala Bidang Linjamsos Dinsos PPKB Banyuwangi, Khoirul Hidayat, mengungkapkan bahwa angka itu muncul setelah Kemensos menerima laporan resmi dari jaringan antarinstansi.

“Disampaikan oleh Menteri Sosial Gus Ipul, untuk Banyuwangi itu kurang lebih 1.100 penerima manfaat yang terafiliasi aktivitas judol,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Imbas temuan itu langsung terasa. Para penerima yang masuk dalam daftar indikasi mendadak tidak lagi menerima buku tabungan, kartu ATM, atau PIN, karena status mereka otomatis di-exclude dari SIKS-NG.

Situasi ini membuat sebagian warga kebingungan ketika datang ke lokasi distribusi bansos, namun namanya mendadak hilang dari sistem.

“Saat proses distribusi, ada beberapa warga yang tidak menerima karena datanya berstatus exclude di sistem SIKS-NG,” jelas Khoirul.

Status tersebut muncul karena data transaksi menunjukkan ada penggunaan dana yang tidak semestinya termasuk aktivitas yang diduga berkaitan dengan judi online, baik oleh penerima atau anggota keluarganya.

Meski begitu, pemerintah tidak menutup rapat-rapat pintu. Bagi warga yang yakin tidak pernah terlibat judol dan merasa dirugikan oleh data tersebut, proses reaktivasi tetap dibuka.

“Mereka bisa membuat surat pernyataan yang diketahui kepala desa, kemudian dibawa ke kami untuk kami usulkan kembali ke Kemensos. Soal diterima atau tidak, itu kewenangan Kemensos,” terang Khoirul.

Setelah pengajuan masuk, Kemensos akan kembali melakukan klarifikasi ke PPATK sebagai sumber data transaksi.

Langkah tegas ini menunjukkan bahwa pemerintah makin serius menindak penyalahgunaan bantuan sosial. Dengan penyaringan berbasis transaksi keuangan, bansos diharapkan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan bukan justru menguap di meja bandar judi online.

Drama bansos dan judi online ini kini menjadi sorotan publik di Banyuwangi, dan masyarakat menunggu tindak lanjut lebih jauh dari Kemensos terkait nasib ribuan penerima manfaat yang datanya tengah dievaluasi.