Beranda / Pendidikan / Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika Bina 58 Siswa dari Berbagai Distrik

Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika Bina 58 Siswa dari Berbagai Distrik

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan program Sekolah Rakyat kini telah berdiri di 182 titik di Indonesia dengan menampung lebih dari 44.000 siswa.
Diperbarui 20/10/2026 11:59 WIB

kabarfaktual.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, saat ini membina 58 siswa dari berbagai wilayah di daerah tersebut. Para siswa menempuh pendidikan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) dengan dukungan pendidikan akademik serta pembinaan karakter di lingkungan asrama.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika, Ajeng Wulandari, di Timika, Sabtu, mengatakan para siswa berasal dari sejumlah distrik, antara lain Kuala Kencana, Mimika Baru, Kwamki Narama, Mimika Timur, hingga Mimika Barat Jauh.

“Jumlah tersebut terbagi dalam enam rombongan belajar. Para siswa menempuh pendidikan pada jenjang pendidikan SMP dan SMA,” kata Ajeng saat peringatan hari ulang tahun (HUT) pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika.

Ia menjelaskan, kegiatan operasional dan pendampingan siswa didukung oleh 10 tenaga pendidik, empat wali asrama, serta 12 wali asuh. Selain itu, terdapat 13 tenaga pendukung yang bertugas sebagai juru masak, petugas kebersihan, dan petugas keamanan.

Sekolah tersebut menerapkan kurikulum nasional yang disesuaikan dengan pendekatan multi-entry dan multi-exit. Melalui pendekatan ini, siswa dapat memulai dan menyelesaikan pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing.

Menurut Ajeng, penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak didasarkan pada tes akademik, melainkan menggunakan data sosial untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Melalui pola pembinaan terpadu, perkembangan kesehatan fisik dan karakter siswa secara bertahap menunjukkan perubahan positif. Kedisiplinan dan rasa percaya diri mereka juga semakin berkembang, salah satunya terlihat melalui partisipasi aktif dalam berbagai perlombaan antarsiswa.

“Beberapa di antaranya telah berhasil meraih juara seperti juara umum tingkat kabupaten cabang atletik, dikukuhkan menjadi Paskibraka provinsi dan kabupaten, dan beberapa prestasi lainnya dalam bidang seni dan olahraga,” ujarnya.

Selain mengikuti pembelajaran di kelas, para siswa tinggal di lingkungan asrama dengan pendampingan yang terstruktur. Sekolah memenuhi kebutuhan dasar mereka, mulai dari makanan bergizi, pemantauan dan layanan kesehatan berkala, hingga pendampingan selama 24 jam.

Ajeng mengatakan, melalui bimbingan wali asuh, siswa juga mendapatkan pembekalan keterampilan hidup, pendidikan moral, serta pendampingan emosional. Pembinaan tersebut bertujuan membentuk pribadi yang mandiri, berkarakter kuat, dan siap menghadapi masa depan.

Ia menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika merupakan bentuk komitmen untuk memenuhi hak anak-anak atas kehidupan dan pendidikan yang layak sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai ruang tumbuh yang aman dan memberdayakan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, khususnya kelompok desil satu dan desil dua, agar mereka memiliki kesempatan meningkatkan kualitas hidup dan menjadi agen perubahan.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika merupakan sekolah rintisan yang diresmikan dan mulai beroperasi pada 10 Oktober 2025.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dan pembinaan siswa masih berlangsung di bangunan Rumah Susun Wisma Atlet, kawasan kompleks olahraga bekas penyelenggaraan PON XX Papua, di Jalan Poros SP2, Kelurahan Timika Jaya, Kabupaten Mimika.

Baca Selanjutnya
Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika Bina 58 Siswa dari Berbagai DistrikPendidikan · 2 hari yang lalu

Berita Terkait