kabarfaktual.com, Gowa – Komitmen melindungi hasil riset dan inovasi terus diperkuat Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Melalui Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), Polbangtan Gowa menggelar Workshop Penyusunan dan Penulisan Draft Paten bagi dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) sebagai upaya meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual sekaligus mendorong hilirisasi hasil penelitian pada Senin, 22 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus I Polbangtan Gowa ini diikuti oleh 25 peserta secara luring, serta sejumlah dosen dan PLP yang bergabung secara daring. Workshop menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat budaya riset yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah melalui perlindungan hukum.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertanian yang maju, modern, dan mampu menjawab berbagai tantangan global. Menurutnya, hasil penelitian yang lahir dari lembaga pendidikan vokasi harus terus didorong agar tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat dihilirisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta sektor pertanian nasional.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam bidang riset serta kekayaan intelektual merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi di lingkungan pendidikan vokasi. Ia berharap semakin banyak hasil penelitian yang dapat memperoleh perlindungan paten sehingga memiliki nilai tambah, daya saing, dan peluang untuk dikembangkan bersama dunia usaha maupun industri.

Polbangtan Gowa menggelar Workshop Penyusunan dan Penulisan Draft Paten bagi dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala UPPM Polbangtan Gowa, Soraya Faradila. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa paten merupakan instrumen penting untuk menjaga orisinalitas sekaligus meningkatkan daya saing hasil penelitian.

“Melalui workshop ini kami berharap peserta semakin memahami proses penyusunan draft paten secara sederhana, sistematis, dan sesuai ketentuan, sehingga setiap inovasi yang dihasilkan memperoleh perlindungan hukum serta memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Soraya Faradila.

Sebagai narasumber, hadir I Ketut Mudite Adnyane, Majelis Pengawas Konsultan Kekayaan Intelektual sekaligus Asisten Direktur Inovasi IPB. Ia membekali peserta dengan pemahaman mengenai strategi penyusunan draft paten, teknik penulisan klaim yang kuat, hingga tahapan pengajuan paten agar hasil penelitian tidak kehilangan unsur kebaruan dan memiliki potensi komersialisasi.

Selain mendapatkan materi teoritis, peserta juga diajak memahami pentingnya perlindungan kekayaan intelektual sejak awal proses penelitian. Langkah ini dinilai krusial agar inovasi yang dihasilkan memiliki kepastian hukum sekaligus membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

Melalui workshop ini, Polbangtan Gowa menargetkan meningkatnya jumlah draft paten yang lahir dari sivitas akademika. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan kampus, mempercepat hilirisasi hasil riset, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan teknologi dan inovasi yang mendukung kemajuan sektor pertanian nasional.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Polbangtan Gowa dalam membangun budaya inovasi yang berorientasi pada kebermanfaatan, daya saing, dan perlindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari transformasi pendidikan vokasi pertanian.